Omong-omong tentang kecerdasan ato kepinteran, terkadang kita sering kebablasan, keburu takut dengan orang lantaran titel yang disandang orangnya. Ehm... ya wajar sich. Tapi, kalo kita mau sadari, banyaknya titel yang dapat dibeli? Tunggu dulu...
Secara garis besar kecerdasan dibedakan dalam dua bagian besar yaitu kecerdasan spiritual (IMTAQ) dan kecerdasan keilmuan (IPTEK). Dan seringkali antara dua kecerdasan besar ini merupakan hal yang saling independen. Dan ini semestinya tidak boleh. Dua kecerdasan ini kalo saling lepas, akan menyebabkan kurang bermakna dan bermanfaatnya ilmu.
Dalam kenyataannya, memang dua kecerdasan itu perlu dukungan lain yaitu kecakapan hidup/life skill. Kecakapan hidup ini merupakan kecerdasan yang didapatkan dari pengalaman hidup. Pengalaman hidup berupa ujian dengan permasalahan, jika dia lulus dari permasalahan maka artinya dia bisa menyelesaikan permasalahannya dengan baik dan mengambil hikmah dari kesuksesan.
Bila digambarkan dalam sebuah diagram venn, dua kecerdasan yang ada berupa dua lingkaran besar, dan lingkaran lain yang diperlukan berupa lingkaran kecakapan hidup. Sehingga dari ketiga lingkaran kecerdasan ini didapatkan interseksi (irisan) dari ketiganya. Nah.. inilah baru hebat. Manusia yang dapat menjalani hidup dengan memanfaatkan dengan baik interseksi ketiga kecerdasan ini pastilah orang-orang yang sukses, baik di dunianya maupun di akhiratnya kelak, amiin..
Pak Ruslan (yang sedang menyelesaikan S3-nya) mengatakan kedewasaan seseorang itu adalah saat dia bisa lulus ujian hidup, dan saya mengatakan kalo ujian terbesar saat teruji dengan permasalahan adalah saat orang diharuskan mengambil keputusan dari banyaknya pilihan dalam menyelesaikan ujiannya.
So.. kita sama-sama manusianya, jangan terlebih dahulu takut dengan titel yang disandang orang, hormatilah mereka sewajarnya. Ketika kita berinteraksi dengannyalah kita akan tahu seberapa cerdasnya seseorang tersebut dan seberapa tinggi ilmunya. Tapi, janganlah pernah meremehkan orang lain. Siapapun orangnya, selalu ada hal menarik dari mereka, ada hal yang dapat kita pelajari dari mereka, selalu dan selalu. Karena Allah menciptakan setiap manusia dengan karakteristik dan kelebihan masing-masing.
Kamis, 28 Februari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
klo menurut saya siyh, titel itu cuma ID, sama halnya seperti KTP. tapi apakah itu bisa dijadikan jaminan bahwa orang yg disebutkan dalam titel or KTP itu sesuai dgn inform yg tertera d dalamnya?
cara mengetahuinya adalah dengan bertindak bijaksana. kebijaksanaan tidak selalu identik dengan seseroang yg tua berjenggot putih, karena kebijaksanaan bukan dibentuk dari banyaknya masa yg telah kita lalui, tapi banyaknya pengetahuan yg kita miliki.
pada dasarnya kita semua adalah seorang yg bijaksana, karena kita adalah Homo Sapiens (sophie/sapiens=bijaksana). kita tercipta paling sempurna dengan dibekali dengan kecerdasan, tapi sayangnya tidak banyak yg mau menggali lagi kecerdasan kita, malahan yg lebih ironi lg masih sedikit yg mau mengamalkan kecerdasannya. karena menurut saya seseorang yg cerdas itu bukanlah bagaimana dan darimana dia memperoleh kecerdasan, tetapi bagaimana dia mengaplikasikan kecerdasannya ke dalam kehidupan sehari2nya.
Terimakasih commentnya... pandangan yang luar biasa, yang baru bisa saya baca. Setiap pribadi selalu ada sisi baik yang mesti kita pelajari nggih. Maaf nggih, Blog ini lama sekali tidak saya kunjungi. Kembali ke kampung, dan komputer hilang. Hari ini baru bisa masuk lagi ke blog ini.
Posting Komentar