Azzam, sosok yang digambarkan dalam "Ketika Cinta Bertasbih", seorang yang luar biasa dan meraih predikat "mumtaz" dalam studinya, ternyata menyelesaikan S1-nya selama 7 tahun lebih. Kelambatannya menyelesaikan studi bukan dikarenakan karena kebodohannya, bukan karena teledornya dia, tetapi karena ada yang harus dia prioritaskan. Dialah laki-laki satu-satunya dalam keluarga setelah wafatnya Sang Ayah.
Jika kita tengok saudara-saudara atau tetangga di sekitar kita, mungkin kita tak akan menunda mengatakan "Sosok yang Luar Biasa" bukan kepada Seorang Sosok Fiktif dalam Novel.
Aku tak mengenalnya sama sekali saat lelaki itu memintaku melalui telepon untuk mengikuti acara yang digelar di Kota Malang. Hari sudah sore, acara itu memikatku untuk datang. Hatiku ragu antara berangkat dan tidak, bukan lagi sinar matahari tetapi rembulan (kalo pas ada) yang akan kudapatkan ketika sampai di Malang. Lelaki itu meyakinkanku untuk mengikuti acara tersebut dan meyakinkanku bahwa saya akan selamat dan menuju ke tempat yang benar. Bukannya saya penakut, saya adalah seorang perempuan yang harus bisa menjaga diriku sendiri, orangtuaku dan agamaku. Entah kenapa, saya tetap berangkat dan percaya kepada seseorang yang tak kukenal dan tak pernah kulihat sama sekali....
Dia telah membantuku dalam banyak hal dan saya belum juga mengenalnya sampai saya mendengar ucapannya "Aku sedang belajar jadi Bapak dan harus belajar jadi Bapak". Saya terdiam dan sepertinya dia benar-benar sedang memikul beban yang teramat berat.
Adik bungsunya baru berusia 7 tahun, ketika sepeda motor yang dikendarai oleh kedua orang tuanya tertabrak kereta api. Sementara dia masih duduk di bangku kuliah. Tentunya kita bisa memperhitungkan, jika si bungsu masih 7 tahun dan dia masih kuliah, pastinya juga perlu kita tahu bahwa dia punya adik yang lain, seorang kakak laki-laki dan 2 orang kakak perempuan dari si bungsu. Dan dia harus jadi kakak, Bapak dan sekaligus ibu bagi adik-adiknya.
Jika kalian jadi Lelaki itu, apa yang bakal kalian lakukan? Menangiskah? Meratapkah?
Dan laki-laki itu kini telah berhasil mendidik adiknya dengan baik, kedua adiknya telah menyelesaikan kuliah dan mendapatkan pekerjaan. Mereka orang-orang yang hebat, seperti kita mengagumi Azzam....
Selasa, 26 Februari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar