Rabu, 22 Juni 2016

PONDOK RAMADHAN

Sekian lamanya aku merindu...
Hari ini setelah sekian tahun aku tak pernah membuka blog ini. Aku menemukan kembali blog ini dan insyaallah akan berusaha untuk mengisi kembali.
Tema hari ini adalah pondok ramadhan, ya... hari ini saya mengikuti kegiatan pondok ramadhan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, selama 8 tahun yang telah berlalu, profesiku sebagai guru menjadikan aku tidak pernah merasakan indahnya sebagai peserta pondok ramadhan, yang harus lebih banyak belajar dan mendengarkan. 
Kerinduan yang telah lama kupendam, inginnya merasakan sebagai pendengar dan pembelajar saat ramadhan tiba, entah itu di pesantren atau di tempat lain. 
Hari ini kerinduan itu terobati, aku mengikuti kegiatan ponron dwp di dinas kabupaten. Alhamdulillah...
PonRom dimulai dengan kegiatan khataman Al-Quran, Alhamdulillah saya juga kebagian tilawah juz 3, kemudian diisi dengan Mauidzoh Hasanah yang diisi oleh Bapak M. Juwairi, M.Pdi. 
Beberapa yang disampaikan adalah:
1. Meniti hidup, hidup itu akan bahagia jika ia ingat pada Allah.
2. Dekatkan diri pada Allah dengan sering menyebut kalimat yang mendekatkan diri pada Allah, yaitu kalimat tahlil dan thoyyibah.

Kamis, 27 Maret 2008

Traveller...

Sebulan penuh dalam perjalanan untuk ikut survey Sang Dosen...
Pertemuan dengan banyak orang yang mempunyai karakter berbeda, seneng dan senep... :-D Mak Nyak...rasane capek, yach inilah belajar benar-benar jadi statistician. But...kadang ada hal-hal yang sebenarnya menurutku kurang tepat dan sesuai dengan teori yang telah kupelajari di Kampus Sukolilo, pi...orang gak bisa sok ingin membenarkan atau menyalahkan orang lain, tunggu...tunggu...tunggulah saat yang tepat untuk dapat memberi saran terbaik yang bisa digunakan orang lain.
Abah..Mak Nyak.. ini petualanganku, ini perjuanganku... untuk menyambung kerja keras kalian. Aku tekadkan, aku dapat selalu harumkan diri dan nama Panjenengan berdua dan tunjukkan kalian adalah teladan bagi semua...

Kamis, 28 Februari 2008

Pinter, Bukan Titel

Omong-omong tentang kecerdasan ato kepinteran, terkadang kita sering kebablasan, keburu takut dengan orang lantaran titel yang disandang orangnya. Ehm... ya wajar sich. Tapi, kalo kita mau sadari, banyaknya titel yang dapat dibeli? Tunggu dulu...

Secara garis besar kecerdasan dibedakan dalam dua bagian besar yaitu kecerdasan spiritual (IMTAQ) dan kecerdasan keilmuan (IPTEK). Dan seringkali antara dua kecerdasan besar ini merupakan hal yang saling independen. Dan ini semestinya tidak boleh. Dua kecerdasan ini kalo saling lepas, akan menyebabkan kurang bermakna dan bermanfaatnya ilmu.

Dalam kenyataannya, memang dua kecerdasan itu perlu dukungan lain yaitu kecakapan hidup/life skill. Kecakapan hidup ini merupakan kecerdasan yang didapatkan dari pengalaman hidup. Pengalaman hidup berupa ujian dengan permasalahan, jika dia lulus dari permasalahan maka artinya dia bisa menyelesaikan permasalahannya dengan baik dan mengambil hikmah dari kesuksesan.

Bila digambarkan dalam sebuah diagram venn, dua kecerdasan yang ada berupa dua lingkaran besar, dan lingkaran lain yang diperlukan berupa lingkaran kecakapan hidup. Sehingga dari ketiga lingkaran kecerdasan ini didapatkan interseksi (irisan) dari ketiganya. Nah.. inilah baru hebat. Manusia yang dapat menjalani hidup dengan memanfaatkan dengan baik interseksi ketiga kecerdasan ini pastilah orang-orang yang sukses, baik di dunianya maupun di akhiratnya kelak, amiin..

Pak Ruslan (yang sedang menyelesaikan S3-nya) mengatakan kedewasaan seseorang itu adalah saat dia bisa lulus ujian hidup, dan saya mengatakan kalo ujian terbesar saat teruji dengan permasalahan adalah saat orang diharuskan mengambil keputusan dari banyaknya pilihan dalam menyelesaikan ujiannya.

So.. kita sama-sama manusianya, jangan terlebih dahulu takut dengan titel yang disandang orang, hormatilah mereka sewajarnya. Ketika kita berinteraksi dengannyalah kita akan tahu seberapa cerdasnya seseorang tersebut dan seberapa tinggi ilmunya. Tapi, janganlah pernah meremehkan orang lain. Siapapun orangnya, selalu ada hal menarik dari mereka, ada hal yang dapat kita pelajari dari mereka, selalu dan selalu. Karena Allah menciptakan setiap manusia dengan karakteristik dan kelebihan masing-masing.